Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Soal Khilafah, Islah Bahrawi Bantah Keras Felix Siauw


Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi membantah pernyataan Felix Siauw yang menyebut bahwa dia meyakini bahwa khilafah adalah bagian dari ajaran islam. Bantahan ini ada dalam sebuah video pendek yang sempat viral di media sosial.

Di awal video, ada cuplikan perbincangan Felix Siauw dengan pakar hukum tata negara Refly Harun. "Saya meyakini khilafah adalah bagian dari ajaran islam," ujar Felix Siauw. Sontak saja Islah Bahrawi membantah keras. "Saya terus terang tidak bisa memahami mengapa Felix Siauw menganggap bahwa khilafah itu ajaran Islam. Saya kira Felix harus belajar sejarah soal ini," ujarnya.

Lanjut Islah Bahrawi, "Coba bayangkan! Setelah nabi Muhammad wafat, bahkan jenazahnya belum dimakamkan, konflik antara kaum Muhajirin dan Anshor sudah terjadi. Karena mereka berdebat (tentang) siapa pengganti Nabi? Ini adalah bukti bahwa Nabi Muhammad tidak mewariskan sistem politik. Siapa pengganti Nabi setelah beliau wafat?"

    "Bukti sejarah mengatakan, Sayyidina Abu Bakar dijadikan penerus Nabi. Apa yang terjadi setelah itu? Sa'ad bin Ubadah tidak menerima itu dan tidak mau berbaiat kepada kepemimpinan Sayyidina Abu Bakar. Bahkan pada akhirnya Sa'ad bin Ubadah pergi dari Madinah ke Syuriah. Penggantinya kemudian Sayyidina Umar dibunuh oleh orang Majusi. Setelah itu penggantinya Sayyidina Ustman, juga dibunuh, oleh siapa? oleh orang-orang islam sendiri. Orang-orang yang hidup pada jaman Nabi masih hidup. Secara tega membunuh Sayyidina Ustman yang merupakan sahabat terdekat Nabi Muhammad. Setelah itu apalagi? Pembunuhan kepada Sayyidina Hasan, Sayyidina Husain, dan Sayyidina Ali. Lalu terjadi peperangan sesama orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhammad dan beriman kepada Allah SWT."

    "Manusia dijadikan khalifah dimuka bumi ini, iya itu jelas dalam Al-Quran. Tapi jangan kemudian diolah seolah-olah ada sistem politik bernama khilafah. Belum kita berbicara tentang kekejaman-kekejaman dimasa Khilafah Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, Bani Ustmaniah, Bani Umayyah di Eropa. Kakak membunuh adiknya, adik membunuh kakaknya. Belum lagi perang-perang sesama khilafah. Itu perang sesama umat Islam dan hanya untuk memperebutkan dinasti."

    "Lalu ada orang-orang modern yang kemudian kecewa oleh kekuatan-kekuatan politik di Arab yang mengatakan bawa khilafah ini ajaran Islam. Dari mana? Jangan kerdilkan Islam seolah-olah Islam itu mewariskan sistem politik yang penuh darah itu. Penuh dengan pembunuhan, penuh dengan penyelewengan, baik terhadap syari'at maupun hakikat. Ini sistem politk biasa, ini bikinan manusia. jangan kerdilkan Tuhan seolah-olah Tuhan itu menganjurkan satu sistem politik yang pada akhirnya justru berlumur darah karenanya. Jangan kerdilkan Nabi Muhammad seolah-olah Nabi mewariskan sistem politik yang pada akhirnya justru membuat sahabat-sahabat terbaiknya terbunuh."

    "Kalau memang khilafah ini ajaran Islam, maka semua negara Islam akan memakai sistem ini. Tidak ada satupun sampai sekarang negara yang penduduknya mayoritas muslim yang menggunakan sistem politik ini. Karena mereka tahu, mereka sudah selesai dengan semua itu."

    "Kita sekarang ini di Indonesia yang penuh dengan orang-orang yang baru melek agama, lalu kemudian mau dibodohi oleh anjuran sistem politik dari Arab yang sebenarnya sudah tergusur sejak lama. Kalau anda mengatakan bahwa khilafah adalah ajaran Islam, mana aturan-aturannya? Sedang Nabi Muhammad saja tidak membuat aturan-aturan tentang kekuasaan politik."

    "Jadi tolong kepada seluruh umat Islam di Indonesia, jangan mau dibodohi oleh hizbut tahrir seolah-olah kepentingan kekuasaan mereka itu dilegalisir oleh agama. Jangan mau dibodohi oleh postulat politik yang datang dari arab sementara di arab sendiri tidak ada yang mau pakai. Islam memang dirancang untuk menguasai wilayah spiritual bukan kekuasaan teritorial. Karena Islam adalah Rahmat bagi seluruh alam semesta"

Semoga bermanfa

Fatah Pedia (14/1/2022)


Posting Komentar untuk "Soal Khilafah, Islah Bahrawi Bantah Keras Felix Siauw"