Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kedatangan Syekh Jumadil Kubro ke Tuban

Kedatangan Syekh Jumadil Kubro ke Tuban

oleh : KH. Ahmad Baso

Memori Orang-orang Tuban tentang kedatangan Syekh Jumadil Kubro dari Samudra-Pasai ke Tuban (sebelum ke Tanah Bugis pertegahan pertama abad 15)

seperti disebut dalam Serat Rangsang Tuban, hal. 60:
Kyai Agêng Wulusan, mêntas kadhatêngan Sayid saking Ngarab anama Seh Jumadil Kubra bin Mukamad Daos, mêdharakên sakathahing ngèlmi Sarak ing Rasul,

Kedatangan Syekh Jumadil Kubro ke Tuban


Darimana nama Mukamad Daos ini?
Dalam naskah-naskah silsilah Wali Songo dari Cirebon, Banten, Palembang dan Giri, ayahanda Sayid Syekh Jamaluddin al-Akbar atau Seh Jumadil Kubra itu adalah Syekh Ahmad Syah Jalal, sang sufi yang berbasis di Gujarat.
Orang-orang Tuban menyebut namanya Mukamad Daos, yakni Syekh Ahmad "al-Gaos", Sang Sufi-Penyelamat.
Ada pula nama Syekh Muhammad al-Ghawts (Gaos) dari Gwahor (Gaor), India (wafat sekitar 1562-3) yg masuk ke dalam salah satu sanad Tarekat Syathariyah yang terkenal.
Kapal-kapal Tuban di masa itu dikenal banyak berkeliling Jawa-Indonesia Timur. Satu artefak kapal Tuban ditemukan di Selayar; demikian pula nama Tuban disebut dalam Hikayat Tanah Hitu sebagai daerah asal pembawa Islam pertama ke Tanah Hitu, Ambon, Maluku, abad 15-awal abad 16.
Kapal-kapal Tuban inilah yang membawa Syekh Jumadil Kubro ke Tosora, Wajo, Tanah Bugis hingga wafat di sana

Posting Komentar untuk "Kedatangan Syekh Jumadil Kubro ke Tuban"