Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tiga Pesan Penting KH. Zaini Mun'im kepada KH. Ahmad Sufyan Situbondo

Tiga Pesan Penting KH. Zaini Mun'im


KH. Zaini Mun'im adalah Pendiri sekaligus pengasuh pertama Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Beliau terkenal 'allamah dan waro'. Masa muda beliau banyak menimba ilmu dari satu pondok ke pondok yang lain. Salah satu guru beliau adalah Hadratusyyaikh KH. Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama'. 

Dalam satu kesempatan, KH. Zaini Mun'im memberi pesan kepada KH. Ahmad Sufyan Mifathul Arifin Situbondo. Ada tiga pesan penting yang beliau sampaikan. Tiga pesan tersebut disampaikan dalam bahasa madura yang memang sebagai bahasa sehari-hari masyarakat Probolinggo - Situbondo.

1. Oreng odik neko kodhu andik Guru rohani.

    Artinya orang hidup itu wajib memiliki guru rohani. Guru Rohani atau guru spiritual dalam hal ini bisa jadi yakni Mursyid Thoriqoh. Dalam pesan ini terkandung makna manusia harus memiliki guru spritiual yang akan membimbing ruhaninya menuju Allah. 

2. Kodhu agabung ka sittong organisasi se bisa ngibe ka Ishlahil ummah.

    Artinya harus bergabung ke satu organisasi yang bisa membawa manfaat bagi kemaslahatan ummat. Dalam hal ini yang dimaksud organisasi yang membawa manfaat banyak bagi ummat adalah Nahdlatul Ulama', organisasi yang didirikan oleh guru beliau. Dalam kesempatan yang lain beliau berpesan pada santrinya untuk tidak keluar dari NU. Beliau sadar betul bahwa Santri-santri beliau wajib memperbaiki diri dengan wasilah NU.

3. Oreng mun nyupera, kodhu ngernet ghelluh.

    Artinya orang kalau mau jadi sopir, harus jadi kernet dulu. Dalam pesan ini terkandung makna, manusia kalau mau menaiki satu tingkatan diatasnya, maka harus melewati tingkatan dibawahnya. Tidak bisa langsung ujug-ujug jadi sopir, harus jadi kernetnya dulu. Tentunya hal ini harus diupayakan dengan ikhtiyar dan doa kepada Allah.

Semoga Allah merahmati kita semua.


Fatah Pedia 24/02/2022

Posting Komentar untuk "Tiga Pesan Penting KH. Zaini Mun'im kepada KH. Ahmad Sufyan Situbondo"